Pemerintahan

Polonia Pindah, Medan Makin Berkembang

Administrator | Kamis, 17 November 2011 - 22:42:30 WIB

    Medan, Laman Medan - Salah satu isu pembangunan kota yang penting adalah rencana perpindahan bandara Polonia ke Kuala Namu, khususnya dalam perspektif ekonomi dan lingkungan. Perpindahan itu diyakini akan menjadikan Kota Medan berkembang semakin pesat, tidak ada lagi batasan ketinggian maksimum bangunan yang selama ini harus mematuhi ketentuan Kawasan Keselamtan Operasional Penerbangan (KKOP), begitu juga eks lahan Bandara Polonia menjadi lahan yang strategis.
    Hal ini dikatakan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat menjamu makan malam peserta seminar International conference friendly city 3, di pendopo rumah dinas Walikota, kemarin, dihadiri Ketua Departemen Arsitektur USU Ir Vinky Rahman, ketua Magister Arsitektrur USU DR Dwira, staf pengajar civitas akademika USU, para kynote speaker, dan sejumlah pimpinan SKPD Pemko Medan.
    “ Saya yakin perpindahan Bandara Polonia justru akan menjadikan Kota Medan berkembang semakin pesat, tidak ada lagi batasan ketinggian maksimum yang selama ini harus dipatuhi, juga eks Bandara Polonia akan menjadikan kawasan yang strategis, “ ujarnya.
    Dikatakannya, perpindahan Bandara Polonia tersebut tidak hanya berdampak fisik, secara sosial dan ekonomi makro juga akan sangat mempenagruhi Kota Medan, oleh karena itu  disampaikan kepada peneyelenggara konferensi internasional yang telah membantu Pemko Medan untruk meningkatkan pemahaman bagai mana dampak pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu, baik dalam aspek social, spasial maupun lingkungan.
    Menurutnya, Bandara Kualau Namu yang berjarak lebih kurang 40 Km dari Kota Medan, saat ini dipersiapkan akan dapat dijangkau melalui tiga akses utama yakni high way, rail way dan jalan tol, pembangunan akses jalan ini diperkirakan akan menyebabkan konversi lahan yang jika tidak diantisipasi dengan baik akan mengakibatkan masalah social dan lingkungan.
    “ Saat ini dipersiapkan untuk menjangkau Bandara Kuala namu dengan tiga akses yaitu high way, rail way dan jalan tol, pembangunan akses jalan ini diperkirakan akan menyebabkan konversi lahan, “ ungkap Rahudman.
    Panitia penyelenggara Ir Nurlisa Ginting MSc mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen terhadap Kota Medan khsusunmya dan Sumatera Utara pada umumnya untuk berkontribusi demi konsep pembangunan baik itu diminta maupun tidak, dan seminar sertya diskusi ini akan terus dilakukan dan akan tersu membwerikan masukan dan fikiran dalam rangka membangun daerah.
    Didalam seminar ini salah satu topic yang diangkat dan dibahas adalah isu perpindahan Bandara Polonia Medan ke Kuala Namu Deli Serdang, bagaimana dampak Kota Medan di mana Kota Medan adalah sebagai pusat kota, sekaligus ibuka Provinsi Sumatera Utara yang merupakan pintu gerbang Indonesia bagian barat.
    “ Semua bahasan, masukan dan fikiran dibahas dan didiskusikan dalam seminar Internasional ini untuk Kota Medan, juntukm itulah saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungannya, dan kita akan terus melakukan aktifitas dan memberikan masukan kepada Pemko Medan terutama dari kacamata Arsitektur, “ ujar Nurlisa Ginting










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)